Rabu, 06 Mei 2015

Masih Ada Messi di Indonesia

Masih Ada ''Messi'' di Indonesia. 



Foto oleh: Anak-anak dari Sekolah Sepak Bola Gumiwang Muda Desa Gumiwang, Kecamatan Purwonegoro. 

Semangat belajar para pemuda Indonesia, semoga bakat-bakat alami negeri kita terus tumbuh #Indonesia Juara Piala Dunia 2050 

Semoga bakat-bakat alami Indonesia dapat terasah hingga bisa jauh lebih hebat dari King Leo dan mengantarkan Nusantara juara piala dunia 2050 

Terus berlatih dan semangat para anak muda dan pelajar Indonesia

Minggu, 07 Desember 2014

Craziest Skills Ever ● C.Ronaldo ● Neymar ● Messi ● Ronaldinho


 

Ayooo Pelajar Indonesia Juga Bisa Sehebat Mereka, Semangat ya ;)

Jumat, 14 November 2014

Senin, 01 September 2014

Senin, 18 Agustus 2014

Latihan Setelah Lebaran

Kami Berlatih Setelah Lebaran di Lapangan Berdebu UPI Bumi Siliwangi



Semangat Anak Muda

Foto: Arip Nurahman

Minggu, 13 Juli 2014

Aku Ingin Jadi Wasit

Dalam sepak bola, wasit adalah pengatur pertandingan di lapangan.

Wasit memiliki hak penuh selama pertandingan kepada seluruh pemain dan pelatih dan ofisial sebuah tim.



Wasit juga memiliki perlindungan penuh dari Federasi Internasional Sepak Bola (FIFA) sebagai lembaga tertinggi sepak bola dunia atau dari lembaga sepak bola di suatu negara.

Peran wasit sangat penting demi terselenggaranya sebuah pertandingan sepak bola dengan teratur.

Foto: By Arip Nurahman @ Geger Kalong Bandung.

Final Piala Dunia 2014: Jerman Juara

Akhirnya Jerman Menjadi Juara Fiala Dunia 2014



Selamat Untuk Team Paser Jerman

Semoga Indonesia Bisa Belajar dan Lebih Hebat


#Ayooo Indonesia Kita Bisa!

Kamis, 10 Juli 2014

KURIKULUM SEPAK BOLA INDONESIA

Kurikulum dan pedoman dasar sepakbola Indonesia ditulis oleh seorang pelatih berkebangsaan Jerman, Timo Scheunemann kurikulum ini berisi panduan pendidikan sepakbola yang terbilang lengkap. 



Di dalamnya dijabarkan mulai dari yang paling dasar seperti prinsip bermain, konsep melatih, kurikulum berdasarkan umur, hingga hal-hal yang lebih detil seperti teori sepakbola modern, teori latihan fisik sampai mencegah dan merawat cedera serta pemahaman dasar peraturan pertandingan.

Sumber: PSSI


Minggu, 22 Juni 2014

Teknik dan Strategy Serta Gaya Permainan Sepak Bola Berbagai Negara

Mengenal Teknik dan Strategy Serta Gaya Permainan Sepak Bola Berbagai Negara: 



Sepakbola adalah olahraga paling populer di dunia, hal ini dapat dilihat dari jumlah anggota FIFA badan sepakbola dunia yang melebihi anggota PBB. 

Indikasi lainnya dapat dilihat dari rating penyiaran pertandingan sepakbola. Turnamen-turnamen seperti World Cup, Liga Champion Eropa, Piala Eropa adalah tontonan wajib bagi bermiliar penduduk dunia. 

Sebagai olahraga yang sangat populer, sepakbola tentu saja dimainkan diseluruh dunia, mulai dari negara maju di eropa sampai dengan negara rawan perang di timur tengah. 

Mulai dari Stadion yang megah seperti Wembley Stadium sampai lapangan pasir jalanan di Afrika.

Sepakbola menjadi suatu kebiasaan, budaya dan hiburan bagi banyak orang di berbagai negara. 

Diberbagai negara unsur-unsur kebudayaan telah menyatu padu dengan permainan sepakbola.

Keindahan budaya kerap kali mempengaruhi cara bermain sepakbola mereka. Sehingga muncullah sistem permainan sepak bola yang mencerminkan budaya atau kebiasaan negara tersebut. 

Beberapa gaya sepakbola yang cukup terkenal didunia diantaranya jogo bonito (Brazil), Catenaccio (Italia), Total Football (Belanda), Tiki-taka (Spanyol), Kick n rush (Inggris) atau speed n power. 

 Bahkan Gaji pemain sepak bola adalah yang terbesar di dunia melebihi para Presiden. 

Sebut saja pemain-pemain termahal dunia seperti, Ronaldo, Messi, Bale dll,gajinya bisa mencapai triliunan rupiah.

Foto: FIFA

Sabtu, 14 Juni 2014

Upacara Pembukaan World Cup 2014

Upacara pembukaan World Cup 2014:



Hasil Sementara Pertandingan:
1. Brazil 3-1 Croatia
2.MEXICO 1-0 CAMEROON
3. SPAIN 1-5 NETHERLANDS
4. CHILE 3-1 AUSTRALIA

Minggu, 18 Mei 2014

Sambutan Exco Usia Muda

Pembinaan sepakbola usia muda Indonesia tengah menjadi perhatian yang serius dan terus menerus ditekuni PSSI untuk mempersiapkan sebuah desain timnas masa depan Indonesia .



Fondasi untuk membentuk timnas senior yang tangguh sudah jelas harus dimulai dengan mempersiapkan pemain sejak usia muda. Maka pola pembinaan pemain usia muda yang seharusnya menjadi tanggung jawab klub telah beralih menjadi “peluang “ dengan hadirnya Akademi Sepakbola Nusantara di Indonesia. 

Kehadiran Akademi Nusantara yang dibangun oleh PSSI dengan kepemimpinan pembaharuan telah mendapatkan porsi yang layak.

Ini dibuktikan dengan adanya kompetisi usia muda dan lahirnya kurikulum untuk pelatihan bagi pemain usia muda.

Visi dari kurikulum pembinaan usia muda ini juga sekaligus menjadi fondasi dasar untuk pembinaan pelatih dalam melatih pemain usia muda.

Target kurikulum sepakbola ini adalah, untuk memberikan panduan bagi para pelatih. Maka diharapkan, akan hadir pemain berbakat dan tangguh di Indonesia di masa depan.

#Semoga Indonesia Bisa Juara!


Sumber: Pembinaan Pemain Muda PSSI.


Jumat, 18 April 2014

Kurikulum Sekolah Sepak Bola

Xavi, gelandang FC Barcelona, saat ditanya soal kehebatan FC Barcelona menjawab demikian, “Di La Masia (akademi FC Barcelona) kami tidak ditempa untuk menang namun untuk berkembang.” 





Salah satu kelemahan yang paling mendasar dalam pembinaan “grass root” (U5-U12) dan usia muda (U13-U20) di Indonesia adalah fokus SSB yang salah; fokus SSB lebih ke arah menggapai kemenangan daripada membina pemain hingga bisa mencapai potensi maksimalnya. 

SSB sibuk menggapai prestasi sebagai klub hingga lupa bahwa prestasi sebenarnya adalah pembentukan pemain secara menyeluruh; teknik (bagaimana melakukan sesuatu), taktik (pengertian permainan atau pengertian akan mengapa melakukan sesuatu), fisik dan mental (menempa karakter yang positif dan kuat yang begitu penting artinya baik untuk kehidupan sang pemain secarakeseluruhan maupun untuk perkembangannya sebagai pemain bola). 

Sudah saatnya kita bersama menyatukan tekad memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Bukan untuk kita pribadi atau SSB kita masing-masing namun untuk Indonesia. 

Mari kita berlomba menelurkan pemain-pemain yang berbakat dan berkarakter demi kemajuan sepak bola Indonesia. Kurikulum ini adalah bagian dari langkah-langkah konkret yang dilakukan oleh Badan Usia Muda PSSI. 

Dengan adanya kurikulum ini harapan kami program latihan di semua SSB di seluruh Indonesia menjadi; 

(1) lebih berkualitas , 

(2) lebih “age specific” atau tepat usia, 

(3) lebih terarah secara baku atau dengan kata lain memiliki standar yang sama. 

Segala kekurangan yang ada mohon dimaaafkan. Semoga pada edisi kedua berikutnya dapat lebih mendekati sempurna. Untuk memahami dan melaksanakan pedoman ini diperlukan kesungguhan dan usaha yang maksimal dari anda. 

Dibutuhkan kemauan untuk belajar serta totalitas dalam melaksanakan profesi anda sebagai seorang pelatih. Entah dibayar atau bekerja secara suka rela, seorang pelatih harus mengerti bahwa perannya begitu penting di dalam menempa generasi penerus bangsa. Berangkat dari pemahaman ini diharapkan anda sebagai seorang pelatih menganggap serius peran anda dan karenanya berusaha untuk terus belajar, mempersiapkan latihan secara maksimal dan berinteraksi dengan pemain dengan penuh rasa tanggung jawab. 

Tetap semangat, jangan putus asa! Bersama kita bisa meraih keajaiban yang kita idam-idamkan bersama; mendengar “Indonesia Raya” berkumandang di pentas Piala Dunia! 

Semoga Tuhan memberkati usaha kita bersama. Salam, 

Timo Scheunemann 

Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI

Foto oleh: Arip Nurahman di GELORA Bumi Siliwangi UPI.

Senin, 17 Februari 2014

Tingkatan Umur Sekolah Sepak Bola

Mengatur perkembangan pemain berdasarkan umur dan tingkatan. 



Anak-anak tidak belajar dengan cara yang sama seperti orang dewasa, khususnya ketika proses belajar mencakup intelektual sekaligus aktivitas fisik. 

Umur seseorang menentukan cara ia berhubungan dengan dunia di sekitarnya dan dengan sesamanya. 

Dalam semua proses belajar, umur adalah kunci dalam memilih materi dan metode apa yang cocok untuk mengajarkan suatu materi. 

Sepak bola juga demikian. Untuk alasan inilah kita tidak dapat menyamakan latihan antara usia 5 dan 13 tahun. Frekuensi latihan harus disesuaikan dengan usia pemain.

Foto Oleh: Arip Nurahman, diambil di GELORA Bumi Siliwangi UPI Februari 2012.